Rabu, 07 November 2012

Kimberly: 1. Angan Ben Kecil


Malam hari di tengah pusat kota New York. Aku memandang dari dalam kaca gedung perusahaanku. Aku mengarahkan pandanganku keluar melihat hiruk pikuk keramaian kota New York. Yah, aku telah berada di sini. Aku telah mencapai dan menggenggam apa yang aku inginkan. Aku direktur Kimberly Auction. Sebuah balai lelang ternama di New York. Yang tiap harinya melelang barang-barang berharga. Bergerak maupun tidak bergerak. Barang- barang prestisius yang akan dilelang pasti berada di sini. Karena hasil nilai jual yang tinggi. Jutawan pun pasti sudah tau dengan nama Kimberly Auction. Mereka banyak mendapat koleksi-koleksinya yang berharga dari balai lelang ini. Yah, Kimberly Auction,  No. 1 Prestigious Assets auction in New York.
Pikiranku kembali berputar ke masa lalu. I’m Ben. Ben Smith. I’m from Indonesia.  Yah, Ben kecil adalah seorang yang ambisius. Dia tidak pernah sadar dengan kemampuan yang dia punya. Dia hanya anak kecil yang suka berkhayal. Suatu ketika, ben kecil melihat iklan di TV. Dia melihat wanita kecil di iklan berkata, “aku ingin menjadi astronot”. Pikiran Ben pun melamun. Astronot. Apa itu astronot?
“Ma, apa itu astronot?”
“Astronot itu orang yang menjelajah luar angkasa. Jika kamu jadi astronot, kamu bisa menjelajah ke bulan.” Clara mencoba menjelaskan sesuatu kepada buah hati kecilnya itu.
“Wow, sounds good!”
Ben kecil lalu membayangkan menjadi astronot. Menyenangkan sekali terbang di udara. Memakai pakaian seperti tabung atau robot dan berjalan-jalan di atas bulan. Ah, sambil memandangi bintang di langit dari luar rumahnya ben membayangkan menjadi astronot. Menaiki pesawat luar angkasa, dan, keluar dari bumi, menuju bulan,  dan setelah berada di bulan, dia akan berpose segagah mungkin. Dan fotonya di bulan akan terpampang di media cetak seluruh dunia. “Amazing” .
Di perpustakaan sekolah ben mulai mencari dan membaca cerita-cerita tentang antariksa, luar angkasa, bintang-bintang, dan tentunya penjelajahan para astronot. Melihat gambar-gambar antariksa dan astronot di buku cerita, Ben pun semakin kagum. Ben pun menetapkan diri di hati. Suatu saat ketika aku besar, aku ingin menjadi astronot. Aku akan bekerja di NASA, organisasi pengembangan pengetahuan antariksa yang begitu terkenal di Amerika. Bahkan di seluruh dunia. Dan tiba-tiba ide gila Ben kecil mulai muncul. Mimpi-mimpi Ben kecil mulai dirangkai. Yang nantinya akan membawa dia ke raihan-raihan tingginya dalam hidup.
Ya, Ben kecil mulai merencanakn sesuatu. Di usianya yang baru sebelas tahun, Ben kecil mulai berdiri. Membawa mimpinya.
“Aku sekarang masih SD. Aku ingin masuk SMP paling favorit di Surabaya. Setelahnya aku akan masuk SMA paling favorit di Jakarta. Setelah itu aku akan melanjutkan kuliah beasiswa di New York. Dan setelahnya aku akan bekerja di NASA. Dan ketika peluang itu datang, aku akan menjadi astronot, aku akan mengikuti seleksi untuk menjadi sukarelawan astronot untuk diterbangkan ke planet manapun. Yah, ini dia, my dream. Astronot. Aku ingin menjadi astronot. Ben ingin menjadi astronot. Ben adalah astronot.”
Dan sebelum tidur, Ben mengucap sendiri di dalam kamarnya. “Ben akan menjadi astronot. Yeah, Ben adalah astronot masa depan.”
Sejak ikrar di dirinya itu, Ben menjadi rajin belajar. Ia ingin menempuh impiannya untuk menjadi astronot itu dari jalur akademis. Sebentar lagi ujian nasional SD. Tepatnya setahun lagi. Ben pun mulai menyiapkan diri. Tujuannya sekarang adalah menembus SMP terfavorit di Surabaya. Karena itu nilainya pun harus bagus.
Setahun berlalu. Dengan usaha terus-menerus dan tak kenal lelah Ben, akhirnya Ben lulus dengan nilai terbaik di sekolahnya. Dan ia pun berkata kepada keluarganya bahwa ia ingin sekolah di SMP no. 1 di kota Surabaya.
“Ben ingin jadi astronot. Jadi Ben ingin masuk sekolah no. 1. Ben ingin jadi no. 1 biar bisa jadi astronot”
Clara dan Clark pun tak percaya anaknya begitu ambisius seperti itu.
“Oke. Kalo itu maumu, papa akan daftarkan kamu untuk ikut ujian masuknya. Tapi kamu harus berjanji untuk rajin belajar dan tidak boleh mengecewakan papa dalam hal prestasi akademis.”
“Ben janji Pa.”
Ben akhirnya mendaftar di SMP 5 Surabaya. Ia ikut ujiannya. Ben begitu antusias. Ya. Dan inilah target pertama Ben untuk mencapai impian itu. Untuk menjadi astronot. Ia rajin belajar. Menyiapkan materi-materi yang akan diujikan. Ia begitu siap untuk ujian. Ben yang ambisius siap.
Pengumuman tiba. Dan, Ben masuk. Ben diterima di SMP 5 Surabaya. Yey. Ben pun melonjak-lonjak kegirangan. Satu ambisinya tercapai.
Tiga tahun begitu cepat berlalu. Ben tetaplah seorang Ben yang ambisius. Ben selalu menceritakan keinginannya untuk menjadi astronot kepada teman-temannya. Ia akan bekerja di NASA. Ia adalah astronot masa depan. Mendengar itu teman-temannya hanya tertawa. Mereka pikir Ben sudah gila. Tidak realistis.
Ben tidak peduli komentar teman-temannya. Sudah saatnya untuk fight yang kedua. Menembus SMA paling favorit di Jakarta. Ben yang tiap harinya sudah rajin belajar meningkatkan lagi level belajarnya. Kali ini harus tercapai. Ia ingin melanjutkan ke sekolah favorit di Jakarta.
Dan ujian akhir SMP terlewati. Ben mendapatkan nilai yang memuaskan. Ben merasa siap untuk melanjutkan pendidikannya di Jakarta.
“Ben ingin sekolah di sekolah favorit di Jakarta Pa. Ben ingin menjadi Astronot. “
Dengan senyum kecil Clark bertanya, “Apa kamu siap?”
“Ya, Ben sangat siap”
“Oke Ben. Perkembanganmu bagus. Jangan kecewakan papa.”
Ben mendaftar di sekolah favoritnya di Jakarta. Ben yang selalu rajin belajar berusaha untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk bisa menembus SMA favorit di Jakarta.
Dengan susah payah akhirnya Ben masuk SMA favorit di Jakarta. Ya, SMA 5 Jakarta. Ben menyimpan ambisinya. Target keduanya berhasil diraih. Dan satu keinginan lagi. Kuliah di New York.
Dua tahun berlalu. Ben mulai menyadari ia kurang bisa sempurna di pelajaran Fisika. Padahal itu adalah kunci utama untuk menjadi astronot. Kunci utama untuk masuk NASA. Hal yang begitu diinginkannya. Ben mulai mencari info beasiswa luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya. Ia ingin kuliah di New York. Ia mendaftar ujian masuk MIT. Tapi, entah kenapa, untuk kali ini Ben kurang yakin. Ben itu sempurna. Dan jarang ia merasa kurang yakin dengan apa yang akan dilakukannya.
Lalu Ben membuat alternatif pilihan. Dia mendaftar beasiswa untuk melanjutkan kuliah Faculty Of Law di New York University. Entahlah, tapi Ben merasa yakin untuk yang ini. Ben sudah mengatakan kepada orang tuanya untuk melanjutkan kuiah di luar negeri. Ia ingin melanjutkan kuliah di New York.
Orang tua Ben hanya mengiyakan saja keinginan Ben. Mereka benar-benar tertarik melihat Ben yang tumbuh semakin ambisius dan berprestasi. Kemampuannya bagus. Itulah yang dilihat oleh Clara dan Clark.
Ben Lulus SMA. Memuaskan. Dan ia diterima di New York University setelah perjalanan panjang yang begitu menguras otak dan tenaga untuk meraih apa yang dia inginkan itu. Sayang sekali untuk di Massachussets Institute of Technology dia tidak masuk. Dan untuk pertama kalinya Ben tidak meraih hasil yang diinginkannya. Ben berpikir, tak apalah. Dia tetap akan kuliah di New York, dia mendapat beasiswa, dan dia akan menikmati kehidupan New York.
Ben melihat jam tangannya. 9.30 p.m. Sudah jam setengah 10 malam. Di kantornya. Ben melihat kembali kilas balik masa lalunya. Ben yang sempurna. Itulah dia. Di kuliah pun Ben selalu berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dan ia lulus dengan predikat cum laude dari New York University.
Waktu begitu cepat berlalu. Sekarang Ben telah berkepala dua. Direktur di perusahaan ini. Ia selalu rajin dalam segala sesuatunya. Ia berusaha agar segala sesuatunya berjalan sempurna seperti apa yang diinginkannya.
Ia merasakan kenikmatan malam hari ini setelah berhasil melelang lukisan ternama Lady Mc Guirre karya Adolfo Souzano. Lukisan itu terjual dengan harga 200 juta Dollar.
Mr. Ben Smith, congratulations. You have sold it. Thank You
No Problem. Its a good drawing. Wonderful drawing
Your work is flawless.”
Oh, thanks.”
Ben menikmati pesta kecil ini. pesta kecil atas terjualnya salah satu lukisan mahakarya ternama.
Dia menggumam sendiri, “So, what next?”
**********

Tidak ada komentar: