Pagi hari menjelang.
Ben bangun mandi dan bersiap-siap berangkat ke kantornya. Dengan setelan kemeja
berdasi dibalut jas abu-abu nan elegan menandakn dia siap untuk hari yang cerah
hari ini. seperti biasanya dia sarapan roti dan selai di pagi hari.
“pak ini laporan permintaan
lelang yang masuk.”
“Oh, oke, aku akan
memeriksanya.”
Ben lihat satu per
satu. Setiap harinya selalu ada permintaan untuk lelang ke kimberly auction.
Dan mata ben seakan tidak bisa berkedip ketika ada permintaan untuk melelang
kapal antariksa dari NASA.
“wait. What? NASA?”
Ya, krisis ekonomi
global membuat NASA harus terpaksa menjual beberapa pesawatnya. Angan ben
kembali ke masa lalunya. Di waktu kecil ia ingin sekali menjadi astronot. Dan
sekarang ben harus melelang kapal yang akan digunakan oleh astronot untuk
memeriksa antariksa. Wow. Adalah suatu kehormatan melakukan ini.
“Cheryl?”
“Yes, Sir.”
“ready for meeting
today?”
“Ok sir. I’ll
prepare it.”
Hari ini ben akan
mengadakan rapat rutin pagi hari untuk menanyakn kesiapan melelang untuk hari
ini. dan juga akan membahasa tentang pelelangan pesawat NASA.
“Ok. Good morning
all! We’ll discuss about today’s auction and an intresting order from NASA”
Ben mencoba
menjelaskan. Pertama-tama ben menanyakan kesiapan untuk lelang hari ini. hari
ini akan ada dua lelang. Pertama ada lelang untuk tanah dan bangunan di sebelah
slatan dari pusat kota new york. Sedangkan yang kedua adalh lelang untuk mobil
dari pabrik mobil terkemuka ferrari. Masing-masing tim yang akan melelang sudah
siap untuk lelang hari ini. berkas-berkas dan peminat pun sudah siap.
Sepertinya akan berjalan lacar.
“ok. Our second
discussion”
Ben mencoba
menjelaskan ada permintaan lelang pesawat dari NASA. Dan untuk itulah akan ada
tim yang akan datang ke NASA untuk meneliti barang yang akan dilelang tersebut.
Ben ikut tim tersebut. Masuk ke NASA adalah impian Ben. Sekalipun dia tidak
menjadi astronot ataupun bekerja di sana. Tapi ia akan bekerja sama dengan NASA
untuk melelang pesawat antariksa HG-20201 yang dibuat tahun 2006. Ben dan tim
nya sudah tidak sabar untuk melihat pesawat tersebut.
Rapat ditutup dan
ben kembali ke ruangannya.
Angan ben lagi-lagi
kembali ke masa lalunya. Ketika ia begitu bersemangat dan begitu ingin menjadi
astronot. Ben seperti tersedot dan terjebak di ruang nostalgia. Ada sedikit
kesedihan di hatinya. Tapi bagaimanapun keadaannya ben harus tetap profesional.
Ben tidak boleh terbawa egonya. Ben adalah direktur kimberly auction. Dan
tugasnya lah untuk menjaga kelangsungan kimberly auction. Tidak kuat rasanya
ben untuk handle proyek ini. tapi ben harus profesional. Dia adalah direktur
kimberly auction.
“you can do it
ben.”
Ben berkata pada
dirinya sendiri.
Hari-hari berlalu.
Waktunya tiba untuk ben meneliti apa yang ada dalam pesawat itu sebelum ben
mengadakan open house untuk para peminat yang ingin melihat barangnya.
Pengumuman lelang ini sudah disebar melalui berbagai media massa. Dan juga dari
internet. Banyak kalangan yang ingin membeli pesawat antariksa ini, entah untuk
koleksi pribadi maupun koleksi museum. Tidak kalah juga negara-negara maju
seperti jerman, iran, jepang, juga berminat terhadap pesawat antariksa ini. ben
harus memutar otaknya dengan keras untuk kali ini.
Hari pelelangan
tiba. Seperti yang telah diduga, peminat lelang pesawat antariksa ini begitu bnyak.
Baik dari lokal maupn asing.
“ladies and
gentlemen, now lets start the auction!”
“from 10 million
dollar. Who will offer the price?”
“20 million dollar”
‘OK. 20 million
dollar. Any other offer?”
“30 million”
“30 million!”
“50 million!”
“fifty Million.”
“100 million!”
“ok. A hundred
million. Any offer?”
“one, “
“two”
“three”
“sold!”
“100 million dollar
bid from Mr. Greening from Germany”
Tepuk tangan meriah
bergemuruh di dalm ruangan tempat pelelangan tersebut. Akhirnya terjual. Ben
pun merasa senang. Ini merupakan salah satu profesionalitas yang ben miliki.
Meskipun itu berhubungan dengan impiannya di masa lalu.
********