Strategi
Intro:
Pagi ini kabut begitu kelam
Tarian mendung hitam mendaki
Di liang pemakaman
Mastur menangis meratap
Meratapi seekor kucing nan lucu
Diam kaku
Dia tlah pergi
Mastur menangis
Melihat secarik surat
Surat dari sang kucing
Dengan isi:
‘Mastur, kalau sampai
waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Selamat tinggal
Kucingmu’
Freeze:
Mastur, terimalah apa adanya
Kucingmu tlah pergi
Tinggalkan kau sendiri
Ada Dedek yang berempati
Atau Wahyu yang keras memaki
Pucuk dicinta ulam pun tiba
Kucing mati biarlah pergi
Karna ada pengganti
Gadis cantik jelita menanti
Oh gadis, biarlah lelaki ini mengenalmu
Epilog:
Cinta itu butuh strategi
Mastur mengevaluasi
Dedek mendeskripsi
Wahyu spontan
Menunggu kepastian sang dara
Ratih, Dias, mengapa kalian begitu cepat lari
Dengan keterbukaan ataupun ketertutupan
Lebak Bulus, 13 Maret 2013
By:
Yang terhempas deru campur butiran debu
sekali berarti habis itu mati
diam bersuara, go ahead
Chairil ‘Toni’ Anwar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar